Haney Pilih Crawford Sebagai Pemenang
https://teamromany.com/ Pertarungan besar antara Terence “Bud” Crawford (41-0, 31 KO) dan Saul “Canelo” Alvarez (63-2-2, 39 KO) di Allegiant Stadium, Las Vegas, 13 September berakhir dengan kemenangan Crawford.
Mantan juara dunia dua divisi, Devin Haney, menyatakan sejak awal bahwa ia mendukung Crawford. Menurutnya, “Bud punya keterampilan dan disiplin untuk menang. Tapi Canelo juga memiliki itu semua dengan keunggulan ukuran tubuh,” ungkap Haney dalam wawancara bersama Ring Champs.
Keunggulan dan Pengalaman Canelo
Canelo dikenal memiliki kekuatan serta pengalaman menghadapi lawan kelas dunia. Sepanjang kariernya, ia telah bertemu dengan nama-nama besar seperti Gennadiy Golovkin, Erislandy Lara, Caleb Plant, Dmitry Bivol, Sergey Kovalev, hingga William Scull.
Sementara itu, lawan top Crawford yang tercatat hanyalah Errol Spence dan Israil Madrimov. Haney pun mengakui, “Ini bukan pertarungan mudah. Tapi jika ada yang bisa melakukannya, saya rasa Bud bisa.”
Gagasan Tantangan Tambahan
Turki Alalshikh bahkan mengusulkan agar duel Crawford vs Canelo dibuat lebih menarik. Caranya, Crawford terlebih dahulu harus menghadapi tiga petarung tangguh dalam 12 bulan: David Benavidez, David Morrell, dan Osleys Iglesias.
Haney menilai ide itu akan menjadikan jalan Crawford menuju Canelo seperti melewati “ladang ranjau” yang penuh jebakan.
Masa Depan Crawford
Ketika ditanya apakah Crawford sebaiknya pensiun setelah laga melawan Canelo, Haney menjawab santai:
“Kalau dia menang atau kalah, apa lagi yang perlu dibuktikan? Dia sudah juara dunia di dua kelas berbeda tanpa terkalahkan. Menurut saya, tak banyak lagi yang harus ia lakukan.”
Meski tidak mengungkap secara detail alasan teknis memilih Crawford, banyak penggemar menilai Haney mendukung “petinju kecil” yang memiliki gaya mirip dengannya—meski dengan perbedaan dalam pegangan dan pergerakan.
